Copenhagen..I'm in Love!
“Di antara gunung sampah, daratan dan lautan, ada dua jiwa yang memang ditakdirkan untuk saling menemukan.”
Semua berawal dari musim dingin Desember 2022 di Eropa.
ketika kami bertemu, bukan sebagai sepasang kekasih,
melainkan dua orang asing yang berbagi tawa hangat dan percakapan yang menenangkan.
Dia tenang, cerdas, dan memiliki cara pandang yang berbeda.
Ada sesuatu dalam dirinya yang melekat begitu saja,
diam-diam tinggal di sudut hatiku.
Aku menyukai caranya memandang dunia.
Dan lebih dari itu, aku menyukai caranya membuatku merasa dimengerti, bahkan dalam diam.
Waktu pun berlalu.
Jarak menghampar luas seperti samudera.
Hingga akhirnya, di bulan Maret 2025, semesta mempertemukan kami lagi dan kali ini di bawah langit kelabu dan cahaya lembut Kota Kopenhagen,
tempat dimana aku memulai lembaran baru melalui beasiswa untuk belajar tentang Ekonomi Sirkular di University of Copenhagen.
Kota ini, yang dikenal sebagai negeri dongeng,
dan rumah bagi satu putri duyung kecil yang pernah merindukan cinta di dunia lain,
menjadi latar kisah kami.
Mungkin, seperti dirinya,
hatiku pun diam-diam telah berenang ke arahnya sejak lama.
Di Kopenhagen, kami bukan lagi sekadar teman.
Kami adalah dua jiwa yang telah melewati waktu dan jarak,
untuk akhirnya menemukan bahwa cinta telah menunggu
dengan sabar, dengan lembut.
Kini, kami melangkah bukan sebagai dua orang asing,
melainkan sebagai dua hati yang telah memilih:
untuk saling menggenggam,
dan mencintai, selamanya.