Perkenalan
Juni 2021 menjadi awal dari cerita ini. Berawal dari sebuah pesan di Instagram, kita saling mengenal tanpa pernah benar-benar memberi nama pada hubungan ini. Tidak ada status, tidak ada kepastian, tapi ada rasa yang diam-diam tumbuh dan membuat kita saling merasa memiliki—aku punya kamu, dan kamu punya aku.
2022
Perjalanan kita tidak selalu mudah. Kita sempat menjauh karena beberapa hal yang tidak bisa kita hindari. Namun di saat yang sama, keluarga kita sudah saling mengenal dan mendukung. Dan benar saja, hanya dalam waktu singkat, kita kembali. Karena sejauh apa pun kita pergi, hati ini selalu tahu ke mana harus pulang.
2023 – 2024
Tahun-tahun yang penuh cerita. Banyak rintangan, banyak air mata, bahkan sempat terlintas untuk menyerah—terlebih saat menyadari kita sudah berjalan begitu lama tanpa arah yang pasti. Empat tahun tanpa status, hanya bertahan dengan rasa.
Tapi kamu selalu punya cara untuk membuatku tetap tinggal. Lewat hal-hal sederhana, lewat perhatian kecil, lewat usaha yang mungkin tidak selalu terlihat, tapi selalu terasa. Kamu mengajakku mewujudkan hal-hal yang dulu hanya jadi keinginan, seolah ingin berkata, “kita akan selalu punya waktu bersama.”
2025 – 2026
Hingga akhirnya, di penghujung Desember 2025, kita benar-benar berhenti. Aku memilih menutup semua akses, mencoba melepaskan semuanya, bahkan menjauh dari duniamu sepenuhnya.
Namun, kamu tidak pernah benar-benar pergi. Dengan caramu sendiri, kamu tetap berjuang. Hingga di Januari 2026, tepat di hari ulang tahunku, kamu datang membawa harapan yang sama—untuk kembali.
Dan untuk pertama kalinya, aku meminta sesuatu yang pasti: jika ingin bersamaku lagi, datanglah dengan keseriusan.