Tentang Bertahan
Semua berawal dari tempat yang sederhana— dari sebuah pertemuan tanpa rencana di tempat kerja. Kala itu, aku mengenalnya sebagai seorang customer… datang dan pergi seperti biasa. Namun entah sejak kapan, hadirnya mulai terasa berbeda. Dari sapaan singkat, hingga perhatian kecil yang perlahan tumbuh. Meski begitu, tidak semuanya berjalan mudah. Saat itu, dia masih menyimpan banyak luka, hati yang belum sepenuhnya pulih, dan rasa takut untuk kembali membuka diri. Namun di balik itu semua, dia tidak berhenti berusaha. Perlahan, dia belajar untuk percaya lagi, belajar untuk menyayangi dengan tulus, dan memberanikan diri untuk tetap tinggal. Dan aku… memilih untuk tetap di sana, menemani setiap prosesnya. Kami hanyalah dua insan biasa, yang dipertemukan dengan cara sederhana, namun memilih untuk saling bertahan.