Berawal di tahun 2019, kisah ini dimulai dari sebuah pertemuan sederhana di dunia maya—Facebook. Hanya satu minggu mereka saling berkomunikasi, karena sang wanita saat itu berada di pondok pesantren dengan keterbatasan memegang ponsel. Singkat, namun meninggalkan jejak yang tak sepenuhnya hilang.
Waktu pun berlalu. Hingga di tahun 2024, takdir kembali mempertemukan mereka dengan cara yang tak terduga. Akun Facebook lama sang wanita yang selama hampir lima tahun tak bisa diakses—bahkan setelah berkali-kali mencoba—akhirnya terbuka begitu saja. Seolah memang sudah waktunya. Di sana, sebuah permintaan pertemanan dari sang pria masih menunggu. Ia pun mengonfirmasi, dan kisah yang sempat terhenti kembali berlanjut.
Tepat di hari pertama Idul Fitri 2024, mereka mulai berkomunikasi kembali. Awalnya hanya sebagai teman, sederhana tanpa banyak harapan. Namun, keseriusan mulai terlihat saat sang pria mengajak bertemu. Dengan tegas namun penuh makna, sang wanita berkata, “Jika ingin bertemu, datanglah ke rumah dan temui orang tuaku.”
Dan ia benar-benar datang.
Pertemuan pertama yang langsung mengarah pada keseriusan itu menjadi awal dari langkah besar. Dari tiga kali pertemuan, hati semakin yakin. Hingga akhirnya, kedua keluarga dipertemukan, dan dengan penuh restu, mereka sepakat melangkah ke jenjang pernikahan.
Sebuah kisah yang sederhana, namun penuh keajaiban. Tentang waktu yang mempertemukan kembali, tentang niat yang dipertegas dengan tindakan, dan tentang cinta yang tumbuh dengan cara yang tak terduga.
Dan di tahun 2026, kisah ini akan bermuara pada satu janji suci: selamanya bersama.