Teman Berantem Jadi Teman Hidup
Awal mulanya, saya iseng meminta nomor WhatsApp teman SMP. Setelah itu, kami mulai sering mengobrol lewat chat. Saat itu, kami berdua masih memiliki pasangan masing-masing, namun tak lama kemudian kami sama-sama putus.
Di tengah momen saling mencurahkan isi hati (curhat), tiba-tiba dia menyatakan perasaannya. Saat itu saya tidak langsung menjawab dan membiarkan statusnya menggantung selama sekitar satu minggu. Akhirnya, kami pun memutuskan untuk menjalani hubungan pacaran.