Pertemuan
Semuanya bermula di sela keriuhan sebuah pasar tradisional. Saat itu, aku sedang menjalani hari-hariku sebagai karyawan di sebuah toko aksesoris. Di tempat yang sama, ia sedang sibuk dengan aktivitasnya berjualan tahu.
Awalnya kami hanya dua orang asing yang berbagi ruang yang sama. Namun, frekuensi pertemuan yang sering membuat kami mulai terbiasa bertatap muka. Dari sekadar melihat, kemudian menjadi saling sapa, hingga tiba masanya ia dengan penuh keberanian meminta nomor WhatsApp-ku. Siapa sangka, dari percakapan singkat di antara hiruk-pikuk pasar itu, hubungan kami berlanjut hingga detik ini.