Pendekatan
Roda nasib memisahkan meja kerja, namun tidak memisahkan percakapan. Dari jarak itulah resah bertemu resah. Kita sama-sama baru lepas dari labuhan yang salah, dari hati yang tak pandai menghargai. Curhat menjelma jadi candu. Perhatian menjelma jadi doa. Kabar-kabar kecil menjelma jadi rindu. Tanpa sadar, benih rasa tumbuh di tanah yang sama: tanah luka yang kita rawat bersama, hingga jalan sore dan makan berdua menjadi candu yang baru.
Yang unik, kami tak perlu tanggal jadian untuk mengikat janji. Mei, di bulan yang suci, kita memilih dewasa. Saling percaya, saling menumbuhkan, bahkan tanpa status pacaran. Sebab bagi kami, cinta tak perlu diumumkan, cukup diamini. Maka 29 September 2025, lamaran kami ucapkan di hadapan semesta. Kami tak punya tanggal pacaran, namun kami punya tanggal halal.