Awal Pertemuan
Kami dipertemukan bukan di tempat mewah, melainkan di pondok pesantren — tempat dimana doa, ilmu, dan adab tumbuh dalam setiap langkah kehidupan.
Awalnya hanya saling mengenal tanpa banyak kata. Di antara lantunan ayat suci, kegiatan pondok, dan perjuangan menuntut ilmu, tumbuh rasa kagum yang sederhana. Bukan karena sering bersama, melainkan karena saling memperhatikan dalam diam dan menyebut nama satu sama lain di dalam doa.
Namun tak lama setelah pertemuan itu, jarak memisahkan kami. Turki dan Indonesia menjadi saksi perjalanan cinta yang dijalani selama genap empat tahun. Tidak mudah melewati waktu dengan perbedaan jarak dan rindu yang panjang, tetapi dari sanalah kami belajar bahwa cinta bukan tentang selalu dekat, melainkan tentang tetap bertahan, percaya, dan saling menjaga meski tak bisa bersama setiap hari.