Semua berawal dari sebuah tempat yang mungkin terlihat biasa bagi banyak orang,
namun menjadi sangat istimewa bagi kami — di Stasiun Cikarang.
Di antara langkah-langkah yang tergesa, suara pengumuman keberangkatan, dan hiruk pikuk penumpang yang datang dan pergi, semesta mempertemukan dua hati yang saat itu belum tahu akan menjadi satu tujuan.
Awalnya hanya pertemuan sederhana.
Saling sapa yang singkat.
Percakapan ringan yang perlahan terasa berbeda.
Dari stasiun itu, bukan hanya kereta yang berjalan menuju tujuan — tetapi juga perasaan yang diam-diam mulai menemukan arah.
Kami belajar bahwa cinta tumbuh bukan dari hal besar yang dramatis, melainkan dari perhatian kecil, dari pesan “sudah sampai?”, dari saling menjaga dalam lelahnya perjalanan, dari doa-doa yang diam-diam dipanjatkan untuk satu nama.
Perjalanan kami tidak selalu mulus.
Ada jarak, ada ragu, ada air mata.
Namun seperti rel kereta yang selalu berdampingan, kami memilih untuk tetap sejajar, melangkah bersama, menuju tujuan yang sama.
Hingga pada akhirnya, kami menyadari bahwa pertemuan di stasiun itu bukanlah kebetulan.
Itu adalah awal dari perjalanan panjang yang telah Tuhan tuliskan.
Dari sebuah peron sederhana,
menuju pelaminan yang penuh harapan.
Dari dua insan yang berjalan sendiri-sendiri,
menjadi dua hati yang kini siap melangkah bersama selamanya.
Dan kini, perjalanan baru itu akan dimulai.
Bukan lagi tentang datang dan pergi,
tetapi tentang menetap… dan saling menjaga hingga akhir waktu.
💍 Karena cinta terbaik adalah yang berawal dari pertemuan sederhana, dan berakhir dengan janji seumur hidup.