Awal Perkenalan
tanggal 8 September 2025,kami diperkenalkan oleh guru kami tercinta. Saat itu, kami sebenarnya menempuh pendidikan di ma’had yang sama , namun belum pernah saling mengenal, seolah berjalan di jalur yang sejajar tanpa pernah bersua.
Hingga pada 15 Oktober 2025,sebuah pesan perkenalan akhirnya hadir. Pesan sederhana itu justru membuka ruang dialog yang luas, memunculkan beragam paradigma, dan melahirkan perdebatan yang konstruktif,bukan untuk saling mengalahkan, melainkan untuk saling memahami.
Atas kehendak Maha Rahim,kami dipertemukan kembali pada waktu dan tempat yang sama sekali tidak direncanakan, lebih tepatnya 5 hari setelah dipenuhi asumsi,
Pertemuan itu menjadi awal dari rangkaian kisah yang terus berlanjut, menghadirkan episode-episode yang berkesan dan perlahan menorehkan makna dalam perjalanan kami.
27 Desember 2025, kisah itu pun menemukan salah satu titik pentingnya sebagai pengingat bahwa setiap pertemuan, sekecil apa pun , dapat menjadi takdir yang berarti, Maka dengan penuh kerendahan hati, Hayawan natiq yang sering kalah cepat dari rasa takut, sering menunda karena merasa belum sempurna ,ini memberanikan diri bukan hanya untuk menyatakan rasa, tetapi untuk menyampaikan kesungguhan.