Kisah Awal
Sebelum langkah kaki kita berpijak di jalan yang sama, kita hanyalah seorang pengelana dalam doa. Tidak ada rencana yang muluk, hanya ada hati yang terus memperbaiki diri, sembari menunggu ketetapan terbaik-Nya datang pada waktu yang tepat.
Melalui perantara kakak, sebuah nama diperkenalkan. Ada rasa canggung yang terselip, bermula dari sebuah percakapan singkat, niat tulus itu pun akhirnya disampaikan.
Tanpa perjumpaan fisik yang mendahului, sebuah pesan melalui Direct Message (DM) menjadi jembatan pertama. Bukan sekadar sapaan kosong, melainkan sebuah ikhtiar untuk menjemput takdir. Di sanalah, kata-kata menjadi saksi awal dari sebuah niat yang disandarkan kepada Allah SWT.