Awal Pertemuan
Tidak ada yang benar-benar kebetulan di dunia ini.
Semesta selalu punya cara indah untuk mempertemukan dua hati pada waktu yang tepat.
Kisah kami bermula di sebuah acara pernikahan saudara.
Saat itu, kami dipertemukan tanpa sengaja.
Ia adalah teman kerja kakakku di rumah sakit, sementara aku bertugas sebagai penerima tamu untuk menyambut para tamu yang datang di acara tersebut.
Tak ada percakapan panjang kala itu, hanya pertemuan singkat yang mungkin terlihat sederhana.
Namun siapa sangka, dari momen kecil di hari itu, semesta mulai menuliskan kisah kami.
Beberapa waktu kemudian, kami kembali dipertemukan di rumah sakit saat menjenguk salah satu saudara yang sedang sakit.
Dari pertemuan itu, percakapan kecil mulai terjalin dan berlanjut lewat pesan-pesan sederhana yang perlahan menghadirkan rasa nyaman.
Hari demi hari berlalu, cerita demi cerita semakin dekat mengisi ruang hati.
Hingga pada 21 November 2025, ia datang mengantarkanku ke rumah teman untuk mengambil ijazah kampus.
Dan keesokan harinya, 22 November 2025, ia kembali datang menjemputku.
Sejak saat itu, obrolan kami tak lagi sekedar percakapan biasa.
Ada perhatian yang tumbuh perlahan, ada rasa yang hadir tanpa dipaksa.
Sampai akhirnya kami mengerti,
bahwa pertemuan yang tidak disengaja itu ternyata adalah awal dari perjalanan panjang kami bersama.