Pov Mempelai Wanita
Awalnya tuh ya biasa aja, kita dikenalin sama temen. Nggak ada rasa apa-apa, malah kayak yaudah kenal doang gitu. Bahkan kalau diinget lagi, dulu kita sama-sama nggak tertarik. Cuma ngobrol seperlunya, habis itu ya jalan masing-masing.
Tapi anehnya, dari yang awalnya cuma sekadar kenal, kita jadi sering chat. Obrolannya juga simpel banget, nanya hal-hal random, nggak penting, tapi entah kenapa selalu nyambung. Dari situ kita mulai tukeran sosial media, jadi makin sering lihat keseharian masing-masing.
Dari yang awalnya biasa aja, lama-lama jadi kebiasaan. Aku mulai nungguin chat kamu, mulai senyum sendiri tiap lihat nama kamu muncul. Pelan-pelan, tanpa sadar, rasa itu muncul. Yang tadinya nggak ada apa-apa, malah jadi ada sesuatu yang nggak bisa dijelasin.
Kita juga jadi lebih sering cerita, lebih terbuka satu sama lain. Dari hal kecil sampai hal yang paling dalam. Dan di situ aku sadar, ternyata aku udah jatuh. Bukan yang tiba-tiba, tapi yang pelan-pelan, tapi pasti.
Lucunya ya, kita yang dulu sama-sama nggak tertarik, sekarang malah jadi saling punya rasa. Kayak semua berjalan begitu aja, tanpa dipaksa, tapi nyata. Kadang aku mikir, mungkin memang kamu orang yang nggak aku cari, tapi justru jadi yang aku butuhin.